Senin, 10 Desember 2012

Teori Pilihan Jabatan Atau Karir


I.          Teori Pilihan Jabatan Atau Karir Menurut Anne Roe
Anne Roe. Guru besar pada universitas of Arizona, Amerika. Mengemukakan bahwa:
“Pola pengembangan arah pilih jabatan terutama sangat di tentukan oleh kesan pertama. Yaitu pada masa bayi dan masa awal kanak-kanak, berupa kesan atas perasaan puas dan tidak puas, selanjutnya akan terus berkembang menjadi suatu kekuatan yang berupa energi psikis.”
Sebagaimana tertulis dalam bukunya Theories of Vocational Choice (1956) Anne Roe mengemukakan pandangannya, sebagai berikut:
Hipotesa tentang hubungan antara pengalaman yang lalu dengan pilihan jabatan.
Ÿ  Dasar hereditas kurang begitu penting
Ÿ  Kemampuan khusus ditentukan oleh pengamatan individu itu sendiri
Ÿ  Pilihan pekerjaan seseorang ditentukan pada kesan pertama atas perasaan puas atau tidak
II.         Teori Perkembangan Jabatan Menurut Donald E. Super
Donald E. Super merencanakan suatu pendangan tentang perkembangan karir yang berlingkup luas. Karena perkembangan jabatan itu dipandang sebagai suatu proses yang mencakup banyak faktor. Faktor-faktor itu sebagian terdapat pada individu sendiri dan sebagian terdapat dalam lingkungan hidupnya, yang semuanya berorientasi satu sama lain dan bersama membentuk proses perkembangan karir seseorang.
Menurut Donald E.Super, proses perkembangan karir dibagi atas lima tahap, yaitu:
1)      Fase Perkembangan (Growth)
Yaitu suatu fase perkembangan dari saat lahir sampai umur lebih kurang 15 tahun. Dimana anak mengembangkan berbagai potensi, sikap, minat, dan kebutuhan.
2)      Fase Eksplorasi (Exploration)
Yaitu fase perkembangan dari umur 15 tahun sampai 24 tahun dimana seseorang memikirkan berbagai alternatif jabatan.
3)      Fase Pemantapan (Establishment)
Yaitu fase perkembangan dari umur 25 sampai 44 tahun yang bercirikan usaha pemantapan diri melalui pengalaman-pengalaman selama menjalani karir tertentu
4)      Fase Pembinaan (Maintenance)
Yaitu fase perkembangan dari usia 45 sampai 64 tahun dimana orang yang sudah dewasa menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya.
5)      Fase Kemunduran (Decline)
Yaitu fase dimana seseorang memasuki masa pensiun dan harus menemukan pola hidup baru sesudah melepas jabatannya.
Kelima tahap/fase ini dipandang sebagai awan bagi munculnya sikap-sikap dan perilaku yang menyangkut keterlibatan dalam suatu jabatan yang tampak dalam tugas-tugas perkembangan karir (vocational development tasks) 

III.       Teori Pemilihan Jabatan Menurut Hoppock
Agar seseorang mempunyai pillihan yang tepat terhadap suatu jabatan, Hoppock mengemukakan teori pemilihan jabatan antara lain:
1)      Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau memenuhi kebutuhan, termasuk fisik dan psikologis.
2)      Pekerjaan jabatan atau karir yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan itu paling baik untuk memenuhi kebutuhannya.
3)      Pekerjaan jabatan atau karir tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya.
4)      Kebutuhan yang timbul mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan pada tujuan tertentu.
5)      Pemilihan pekerjaan, jabatan, atau karir akan menjadi lebih baik apabila seseorang lebih mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya.
6)      Informasi mengenai diri sendiri mempengaruhi pilihan pekerjaan, jabatan dan karir, karena dengan demikian seseorang akan mengetahui apa yang ia inginkan dan ia mengetahui pekerjaan yang tepat bagi potensi dirinya.
7)      Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan, karena informasi tersebut membantunya dalam menemukan apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya. Dan membantunya dalam mengantisipasi seberapa jauh kepuasan yang dapat diharapkan dalam suatu pekerjaan bila diperbandingkan.kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai atau tidaknya pemenuhan kebutuhan seseorang. Jadi, tingkat kepuasan ditentukan oleh perbandingan antara apa yang diperoleh dan apa yang diinginkan.
8)      Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang atau dari suatu pekerjaan yang menyajikan terpenuhinya kebutuhan dimasa mendatang.
9)      Pilihan pekerjaan selalu dapat berubah

IV.      Teori Pilihan Jabatan menurut John L.Holland
Menurut Holland, pilihan jabatan mencakup tiga ide dasar, yang masing-masing dapat dijabarkan sebagai berikut:
1)      Orang-orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka mendekati salah satu diantara enam tipe kepribadian, yakni:
{  Tipe realistik (The Realistic Type)
{  Tipe peneliti dan pengusut (The Investigative Type)
{  Tipe seniman (The Artistic Type)
{  Tipe sosial (The Social Type)
{  Tipe pengusaha (The Enterprising Type)
{  Tipe orang rutin (Conventional Type)
Makin mirip seseorang denga salah satui diantara enam tipe itu, semakin nampaklah padanya ciri-ciri dan corak perilaku yang khas untuk tipe yang bersangkutan.
2)      Lingkungan, lingkungan yang didalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh lingkungan-lingkungan itu mendekati salah satu model lingkungan.
3)      Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity). Sehingga orang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan jabatan tertentu dan merasa puas.
V.        Teori Pilihan Jabatan Menurut Peter M.Blau dan Kawan-kawan
Teori Blau dkk, lebih berorientasi pada metode behavioral. Berpendapat bahwa arah pilih pekerjaan adalah ciri-ciri psikis dari individu, proses motivasi dan strata status sosial dari orang tua individu dengan perincian sebagai berikut:
a)      Skema konseptual (Conceptual Schema)
Pilihan pekerjaan merupakan suatu proses yang berlangsung lama dan dipengaruhi oleh berbagai faktor penghambat dan penunjang yang lebur dalam proses tersebut.
b)      Proses pilihan dan seleksi pekerjaan.
Pilihan seseorang terhadap suatu pekerjaan didorong oleh adanya faktor kecenderungan untuk mendapatkan sanjaran dan faktor pengharapan terhadap terjadinya perubahan.
c)       Faktor-faktor yang menentukan dalam memasuki pekerjaan (Determinant of Occupational Entry).
Macam-macam faktor yang menentukan dalam memesuki pekerjaan diantaranya:
§  Tuntutan anggota baru untuk dapat lebih maju mandapat hari libur atau cuti.
§  Faktor kebutuhan fungsional.
§  Faktor kebutuhan non fungsional.
§  Ganjaran (reward).
§  Faktor informasi pekerjaa yang lengkap.
§  Keterampilan teknik pekerjaan.
§  Karakteristik sosial pekerjaan.
§  Faktor orientasi nilai masyarakat.
VI.      Teori Perkembangan Jabatan Menurut David V.Tiedeman
David mengemukakan bahwa: keputusan untuk memilih pekerjaan, jabatan atau karir tertentu merupakan suatu rentetan akibat dari keputusan-keputusan yang diambil individu pada tahap-tahap kehidupannya dimasa lampau.
a)      Perkembangan dan keputusan pekerjaan
Pengambilan keputusan sangat erat hubungannya dengan periode antipasti dari periode implementasi yang yang menjadi inti dari perkembangan pekerjaan.
Pengambilan keputusan menurut David terbagi atas:
ü  Periode Antisipasi
Tingkah laku antisipasi itu sendiri bermanfaat danalisis tahap-tahap dalam periode ini. Termasuk yang relevan dalam periode ini yakni:
F  Tahap Eksplorasi
F  Tahap Kristalisasi
F  Tahap Pemilihan
F  Tahap Spesifikasi dan Klarifikasi
ü  Periode Implementasi
Implementasi dan penyesuaian digollongkan menjadi tiga tahap:
F  Tahap Induksi
F  Tahap Transisi
F  Tahap Mempertahankan (maintenance)
b)      Ketergantungan antara keputusan yang satu dengan yang lain dan perkembangan pekerjaan (Dependent Decesions and Vocarional)
Perkembangan kerja diidentikkan dengan perkembangan diri (self-development) dengan tujuan yang ingin dicapai ialah untuk mengadakan pilihan memasuki pekerjaan dan kemajuan dalam pendidikan dan pekerjaan yang ditempuh.
Antisipasi pada suatu saat tertentu memandang kepada satu atau lebih keputusan yang berpengaruh pada pola tindakan seseorang, menyangkut:
Ø  Suatu keputusan tertentu yang sedang difikirkan
Ø  Keputusan-keputusan terdahulu yang belum lengkap
Ø  Keputusan-keputusan kemudian yang belum dilaksanakan

0 komentar:

Ikutan Komentar