Sabtu, 15 Februari 2014

Surat Cintaku untuk Ibu


Ibuku sayang, apa kabar???
Semoga Allah selalu melindungi ibu di mana pun ibu berada. Aamiin.
Bu, maafkan aku. Tahun ini pun aku tidak bisa berada di samping ibu saat ibu ulang tahun dan saat hari ibu ini.
Ini bukan inginku, bu. Ini juga bukan mauku. Namun aku juga tak bisa menyalahkan keadaan yang harus memisahkan kita sampai sejauh ini. Biarlah, ini adalah takdir-Nya yang terbaik untuk kita. :)
Tahukah ibu, aku merindukan setiap helaan nafasmu. Merindukan setiap senyuman yang terkembang di bibirmu. Serta merindukan setiap suara merdumu yang selama lima belas tahun ini tak pernah bisa ku jumpai setiap hari.
Liburan panjang adalah saat yang paling aku tunggu. Karena di saat itulah keinginan untuk menemui ibu semakin terpenuhi. Keinginan untuk bermanja-manja dan mencurahkan kasih sayang dengan ibu.
Betapa bahagianya aku membayangkan pertemuan itu. Namun, seperti telah ditakdirkan pula, di setiap perjumpaan pasti ada perpisahan dan hatiku pasti akan hancur kembali. :(
Memang takdir ini seakan-akan telah mempermainkan kita, membuat hati kita menjadi galau seketika. Tak apa, bu. Sungguh tak apa.
Yang terpenting, aku hanya ingin ibu tahu, bahwa aku mencintai dan menyayangi ibu sepanjang masa baik ibu jauh maupun dekat denganku.
I love you, mom…… :*

Your daughter

Sistriana Octavivi